Waspada Denting Lonceng! Penebok Menagih Kepala di Film The Bell

JAKARTA, Swara Halmahera – Bagi masyarakat Belitung, denting lonceng kuno bukan sekadar suara biasa, melainkan sebuah peringatan akan maut. Suasana mencekam inilah yang diangkat ke layar lebar melalui film The Bell: Panggilan untuk Mati. Resmi tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 7 Mei 2026, film ini memperkenalkan teror hantu Penebok sebagai ikon horor baru yang siap menghantui mimpi buruk penonton.
Berangkat dari folklor lokal yang kuat, Penebok digambarkan sebagai entitas mengerikan tanpa kepala bergaun merah yang menagih nyawa siapa pun yang mengusik ketenangannya.
Mitos Lokal yang Menembus Pasar Internasional
Kehadiran Penebok bukan sekadar fiksi belaka. Aktor senior Mathias Muchus yang turut membintangi film ini menilai bahwa kekuatan utama cerita terletak pada akarnya dalam mitos masyarakat. “Film ini memperkenalkan Penebok sebagai bagian dari mitos yang hidup. Horor yang dibangun bukan sekadar menakutkan, tetapi memiliki kedalaman makna,” ungkapnya.
Kualitas narasi yang berakar pada budaya ini membawa The Bell melangkah ke panggung global. Film produksi Sinemata Buana Kresindo ini dijadwalkan berpartisipasi dalam Cannes Film Market di Perancis pada 12–20 Mei 2026 mendatang.
Sinopsis: Ambisi Konten Berujung Petaka
Teror bermula ketika sekelompok YouTuber yang terobsesi pada viralitas nekat mencuri sebuah lonceng keramat di Belitung. Tanpa mereka sadari, tindakan tersebut membebaskan Penebok yang telah terkurung selama ratusan tahun. Sejak saat itu, setiap bunyi lonceng menjadi pertanda kehadiran sang hantu tanpa kepala yang memburu nyawa mereka satu per satu.
Sutradara Jay Sukmo menawarkan pendekatan sinematik yang unik dengan menggunakan tiga aspek rasio gambar berbeda untuk membedakan periode waktu. “Saya ingin menakut-nakuti penonton dengan cerita dan situasi, bukan cuma jumpscare,” tegas Jay.
Relevansi Sosial dan Atmosfer Mencekam
Selain horor, film ini menyentil fenomena obsesi viralitas di era digital. Dibintangi oleh Bhisma Mulia, Ratu Sofya, dan Shaloom Razade, penonton diajak melihat bagaimana ambisi demi konten bisa berakhir pada konsekuensi fatal. Suasana makin lengkap dengan iringan original soundtrack emosional “Penuh Kenangan” dari Egha De Latoya.
Setelah sukses menggelar special screening di berbagai kota besar seperti Bandung, Bogor, hingga Depok, tim produksi kini melanjutkan rangkaian roadshow di Jakarta, Bekasi, dan Tangerang untuk menyapa langsung para pecinta horor.
Uji Nyali Anda Malam Ini!
Apakah Anda sanggup menghadapi denting lonceng Penebok? Jangan sampai terlewat untuk merasakan pengalaman teror yang berbeda di layar lebar. Uji nyali Anda malam ini, tonton The Bell di bioskop kalau berani!
Pantau terus informasi terbaru dan jadwal tayang melalui akun Instagram resmi @thebell.film.
Drias Production Mbk Production
